Langsung ke konten utama

" MAP MERAH" SIMFONI KASIH SAYANG YANG TAK PERNAH KUSAM

 

FOTO: Mama Paulina


Cinta Tanpa Syarat.

Alkisah Pada Sautu  pagi, Di Sebuah Rumah terlihat sedang Hiruk pikuk menyelsaikan Tugasnya Masing-masing. Sang ayah Mengutak atik Volume dan tunning Radio, sedangkan si Kakak Sibuk menyelsaikan Novel karya Chairil Anwar. Dia Penasaran Dengan Endingnya.    Sang Adikpun tidak mau Kalah dgn Tugas Onlinenya, Dia Merengek Kesana Kemari, tak Ada Satupun menggubrisnya. Sang Ibu sibuk menyajikan sarapan Pagi untuk Anggota keluarganya. Semua penuh kesibukan Masing-masing.

      Beberapa saat kemudian, Semua kesibukan Itu Berakhir sejenak, lantas Sang ibu sudah menyajikan semua Makanan diatas meja makan. Semua anggota Keluargapun berkumpul, Berdoa lalu Sarapan pagi. Lekas Sarapan, sang Ayah perlahan menanyakan  kepada Si Adik. Dik apa Tugas Sekolah Mu? Sang adikpun menjawab, “Tugas Sekolah ku yaitu membuat Prakarya, yaitu Menempel Semua Hasil prestasi anggota kluarga kita Di ruangan Tamu, nanti saya foto dan kirim ke Guru saya".

 "Ah Gampang" nyahut sang Kakak. Tak lama berselang, sang kakak mengambil Medali dan piagam penghargaan lomba membuat cerpen tingkat Provinsi dan menaruhnya diatas meja. sang Ayah mengambil piagam penghargaan Petani Organik dan Produktif pemberian dari kantor Pertanian, sang Adik sendiri mengambil Rapor yang didalamnya Terdapat Sertifikat Siswa Prestasi di sekolahnya, sedangkan Sang ibu hanya terdiam dan merasa tidak bisa berbuat apa2 ketika Semua anggota keluarga menunjukan hasil prestasi masing-masing. Dia Hanya terlihat Diam dengan muka penuh rasa kekurangan.

     Sang kakak,adik dan sang Ayahpun saling menatap, mengisyaratkan tinggal sang ibu yg belum mengumpulkan hasil prestasinya. Tak lama Berselang, terbesit dalam benak sang Ibu dan bergegas menuju kamar , Mengobrak abrik isi lemari tua dan dibawahkanya sebuah map merah yg sudah kusam, nyaris dimakan rayap.  

Sang Ayah, kakak, dan Adikpun penasaran, apa yg dibawah Sang ibu.

Mereka berpikir " Menyapu, masak, ngepel Rumah, cuci pakayan" adalah rutinitas ibu setiap hari.      Lalu map itu isinya apa? Apakah ada piagam dari Rutinitas sang Ibu? Prestasi apa yg Didapat Oleh Ibu?

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-5494992416375984"

     crossorigin="anonymous"></script>

Tak mau lama-lama, sang Ibupun menuju meja makan dan Membuka map itu. Rasa penasaran mereka terjawab. Terlihat 2 lembar kertas. Sang kakak mengintip kop kertas tersebut. ternyata surat itu adalah AKTA KELAHIRAN SANG KAKAK DAN ADIK.

 Melihat itu, seisi Rumahpun terdiam sejenak, situasi didalam rumah berubah. Kakak, adik, dan sang Ayah menunduk dan meneteskan air mata, Dengan mata berkaca Sang ibu berkata,                            ” Presatasi Terbesar dalam hidup saya adalah Melahirkan Kalian”.                     Inilah piagam Saya, piagam yg hanya dimiliki oleh orang yg berjuang petaruh nyawa demi Mengadirkan kalian di Dunia ini.


       Semua Mereka menangis dan Saling memeluk. "Tak Ada yg lebih Besar dari Apa yang dilakukan Mama karena Sudah melahirkan kami di dunia ini" kata sang kakak sambil menangis makin kencang.

 Saat itu juga sang kakak dan Adik mencium tangan Ibunya, dan Memohon maaf atas Kesalahan Mereka . 

          Semua Hasil prestasipun di Tempel di ruangan tamu, Akta kalahiranpun ditempel Paling atas posisinya.

Trimakasih Mama sudah melahirkan kami anak-anak Mu. 

#11_Maret

Penulis: Kristo sapang


Selamat Untuk Mu yg Membaca sampai Akhir..

Komentar

  1. Luar biasa berbagi cerita dgn pengalaman yg senantiasa mengubah pemikiran egoisme ke optimistis. Ini sangat menggabarkan tentang kasih sayang yg luar biasa dari seorang mama, walaupun bukan hanya teruntuk anak yg di lahirkannya tetapi semua keluarga sangat dia cintai.

    Good job Toa,GBU

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Segenggam Mawar untuk Mu " Ene' Paulina"

Istirahat dalam Damai Ene' Daku, Ene Paulina   Ene Paulina.. sedikit enggan kuambil segenggam mawar untuk menabur dipusara mu, tanda ketidakmampuan saya menerima semua ini, itu semua karena saya masih sangat membutuhkan mu, namun apalah daya Kuasa Tuhan lebih sempurna diatas segalah-galahnya, Alfa omega , inilah kata-kata yg menguatkan saya. Dalam permenungan kutulis sedikit isi hati saya ini agar melempiaskan segala rindu yg tak berujung ini, meskipun air mata penuh dipipi, lewat Doa Mu, kuatkan saya... Ene' Paulina, Apa kabar mu diasana? Hingga saat ini saya masih belum terlepas dari belenggu rindu yg mengikat hati ku ini, saya belum terima bahkan tidak sanggup membayangkan kenyataan ini, Selasa 31 Mey 2022, adalah sejarah yg sangat menyayat hati saya, tidak ada tanda atau apapun sebelumnya, pagi itu saya bersiap- siap untuk berangkat kerja, melihat cucu mu Jiovanni yg makin hari makin bertumbuh dan berkembang membuat semangat saya untuk bekerja semakin menggebu.  Jam 7:39...

MAWAR TEPI JURANG

Untuk mu mawar di tepi jurang, engkau yg mekar dalam diam, sunyi sepinya rimba perlahan engkau tebar aroma, senyapnya malam ditemani rembulan adalah saksi setia setiap ujung kuncup yg kau buka.. Aku terkagum dengan mu, hati ku terbuai melihat indahnya warna mu, warna yg cerah indah tanpa polesan, pernah sekali kutampar pipi ku saat pertma menemukan mu, bertanya dalam diri apakah aku sedang bermimpi? Engkau sunggu mekar diujung jurang dan rimba yg hanya menjadi penikmat sepasang mata yg lewat. Ruas-ruas halus setiap ujung kuncup mu adalah tanda ketulusan dan betapa berharganya kehidupan bagi mu. Gelora jiwa yg kian membara memaksa kaki untuk melangkah Apalah daya.. Mudah dilihat tapi sulit disunting, itulah Isyarat kata tenang  mu, andai kutahu sejak itu, akan kugapai seutas tali untuk memindahkan mu ke pot teras rumahku, itulah pikiran ku, entah mengapa engkau kini sudah mekar.. mekar memang memanjakan mata tetapi menghancurkan niat dan harapan. Sebagai sesama ciptaan nya, aku hany...

Romansa diujung senja

  Kututup sejenak kedua mata Berusaha membuka kenangan Waktu itu diujung senja Ku pegang jemari tangan mu untuk yg pertama kali Senyum tipis dibibir merona Engkau sedikit malu-malu untuk menolak Namun cahaya mata mu tak dapat terhelak Kutahu engkau sedang jatuh cinta Akupun tak kalah, jantung berdebar tak tentu arah Untuk pertama kali aku parah termabuk asmara Langit merona nan awan putih berarak dilangit menjadi saksi perjumpaan itu Burung-burung menari dilangit senja Seakan bersukaria melihat kita berdua Raja siang tak mau kalah  walau perlahan kembali ke sarang Ia tetap setia memancarkan cahaya Diufuk barat cahaya merah merona, menambah hangatnya suasana Hangat bagaikan asmara yg membuat kita mabuk bersama Diujung senja kita mengikat janji, untuk hidup bersama hingga nanti Aku sungguh ingin bersama mu, nona manis yg telah lama hadir dalam mimpi Trimakasih untuk waktu yg singkat ini. #just in illution Kristo sapang