Langsung ke konten utama

Romansa diujung senja

 


Kututup sejenak kedua mata

Berusaha membuka kenangan

Waktu itu diujung senja

Ku pegang jemari tangan mu untuk yg pertama kali

Senyum tipis dibibir merona

Engkau sedikit malu-malu untuk menolak

Namun cahaya mata mu tak dapat terhelak

Kutahu engkau sedang jatuh cinta

Akupun tak kalah, jantung berdebar tak tentu arah

Untuk pertama kali aku parah termabuk asmara

Langit merona nan awan putih berarak dilangit menjadi saksi perjumpaan itu

Burung-burung menari dilangit senja

Seakan bersukaria melihat kita berdua

Raja siang tak mau kalah

 walau perlahan kembali ke sarang

Ia tetap setia memancarkan cahaya

Diufuk barat cahaya merah merona, menambah hangatnya suasana

Hangat bagaikan asmara yg membuat kita mabuk bersama

Diujung senja kita mengikat janji, untuk hidup bersama hingga nanti

Aku sungguh ingin bersama mu, nona manis yg telah lama hadir dalam mimpi

Trimakasih untuk waktu yg singkat ini.

#just in illution

Kristo sapang 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Segenggam Mawar untuk Mu " Ene' Paulina"

Istirahat dalam Damai Ene' Daku, Ene Paulina   Ene Paulina.. sedikit enggan kuambil segenggam mawar untuk menabur dipusara mu, tanda ketidakmampuan saya menerima semua ini, itu semua karena saya masih sangat membutuhkan mu, namun apalah daya Kuasa Tuhan lebih sempurna diatas segalah-galahnya, Alfa omega , inilah kata-kata yg menguatkan saya. Dalam permenungan kutulis sedikit isi hati saya ini agar melempiaskan segala rindu yg tak berujung ini, meskipun air mata penuh dipipi, lewat Doa Mu, kuatkan saya... Ene' Paulina, Apa kabar mu diasana? Hingga saat ini saya masih belum terlepas dari belenggu rindu yg mengikat hati ku ini, saya belum terima bahkan tidak sanggup membayangkan kenyataan ini, Selasa 31 Mey 2022, adalah sejarah yg sangat menyayat hati saya, tidak ada tanda atau apapun sebelumnya, pagi itu saya bersiap- siap untuk berangkat kerja, melihat cucu mu Jiovanni yg makin hari makin bertumbuh dan berkembang membuat semangat saya untuk bekerja semakin menggebu.  Jam 7:39...

MAWAR TEPI JURANG

Untuk mu mawar di tepi jurang, engkau yg mekar dalam diam, sunyi sepinya rimba perlahan engkau tebar aroma, senyapnya malam ditemani rembulan adalah saksi setia setiap ujung kuncup yg kau buka.. Aku terkagum dengan mu, hati ku terbuai melihat indahnya warna mu, warna yg cerah indah tanpa polesan, pernah sekali kutampar pipi ku saat pertma menemukan mu, bertanya dalam diri apakah aku sedang bermimpi? Engkau sunggu mekar diujung jurang dan rimba yg hanya menjadi penikmat sepasang mata yg lewat. Ruas-ruas halus setiap ujung kuncup mu adalah tanda ketulusan dan betapa berharganya kehidupan bagi mu. Gelora jiwa yg kian membara memaksa kaki untuk melangkah Apalah daya.. Mudah dilihat tapi sulit disunting, itulah Isyarat kata tenang  mu, andai kutahu sejak itu, akan kugapai seutas tali untuk memindahkan mu ke pot teras rumahku, itulah pikiran ku, entah mengapa engkau kini sudah mekar.. mekar memang memanjakan mata tetapi menghancurkan niat dan harapan. Sebagai sesama ciptaan nya, aku hany...