Langsung ke konten utama

KAU INI BAGAIMANA?

Penulis : Kristo Sapang
 


 Kau ini bagaimana..? 

 Aku diam saja engkau berteriak

 “ Hey..... jangan diam saja, mari bergerak!”

 Aku bergerak, Kau bilang

 “ Ah kamu.., lamban sekali pergerakan mu”

 Kau ini bagaimana...? 

Saya bungkam, engkau mengejek 

“ hey..... jangan bungkam saja, Engkau nanti ditindas, bersuaralah!”

 Saya bersuara, Engkau Tegas 

“jangan Asal omong saja, mari berpikir kritis!” 

 Kau ini bagaimana...? 

 Saya berpikir kritis dengan lantang engkau berkata

 “jangan cuman berpikir kritis saja, mari bekerja!”

 Saya bekerja, engkau melebarkan bibir dan berkata 

“jangan terlalu fokus bekerja, Mari kita Pesta dan Mabuk rame-rame.... Santaikan? 

 Kau Ini Bagaimana......? 

Kau Yang mengajak ku Mabuk. Saya mabuk, kau Buang dan Campakan Aku 

“ Dasar Tidak Tau Diri” Itu Kata-Kata mu.

 Kau ini bagaimana...?

 Saya santai, dengan pandai engkau bercerama 

“ jangan santai saja, Masa depan Mu hancur Dan Tak bisa Menyaingi Aku ha..ha..ha..ha...”

 Saya cekatan, engkau berbisik

 “Hey...jangan cekatan, orang Ku lebih hebat dari kamu” 

 Kau ini bagaimana...? 

 Engkau yang menuntut aku untuk menjadi BAIK, engkau sendiri yang memberikan contoh yang TIDAK BAIK. 

Saya liar, engkau ajak bernegosiasi 

saya mau bernegosiasi, engkau tipu aku dengan cara yang tragis. 

 Kau ini bagaimana.....? 

 Saya baik, kamu tidak baik. Saya tidak baik, engkau umbar-umbar Kejelekan ku. Saya bijak, kamu cerdik. Saya cerdik, engkau malah Licik. 

 Aku harus bagaimannnnnnaaaaa.......????

 Aku milih ini, engkau milih itu. Saya milih itu, engkau malah milih ini. Saya sakit hati, engkau pelan merayu, 

"Heyyy...... tidak ada obat untuk sakit hati.. "

bahagialah!! 

 Saya Bahagia, Kau tusuk Aku dari Belakang.. saya Terluka, Kau Bahagia dan Beteriak kalau Bukan Karena Aku,Semuanya Sirna.. Akulah orang Hebat dan Harus Kau Takuti.... 

ha..ha..ha..ha..ha..ha..ha..

 Sungguh, Kau ini bagaimana…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Segenggam Mawar untuk Mu " Ene' Paulina"

Istirahat dalam Damai Ene' Daku, Ene Paulina   Ene Paulina.. sedikit enggan kuambil segenggam mawar untuk menabur dipusara mu, tanda ketidakmampuan saya menerima semua ini, itu semua karena saya masih sangat membutuhkan mu, namun apalah daya Kuasa Tuhan lebih sempurna diatas segalah-galahnya, Alfa omega , inilah kata-kata yg menguatkan saya. Dalam permenungan kutulis sedikit isi hati saya ini agar melempiaskan segala rindu yg tak berujung ini, meskipun air mata penuh dipipi, lewat Doa Mu, kuatkan saya... Ene' Paulina, Apa kabar mu diasana? Hingga saat ini saya masih belum terlepas dari belenggu rindu yg mengikat hati ku ini, saya belum terima bahkan tidak sanggup membayangkan kenyataan ini, Selasa 31 Mey 2022, adalah sejarah yg sangat menyayat hati saya, tidak ada tanda atau apapun sebelumnya, pagi itu saya bersiap- siap untuk berangkat kerja, melihat cucu mu Jiovanni yg makin hari makin bertumbuh dan berkembang membuat semangat saya untuk bekerja semakin menggebu.  Jam 7:39...

MAWAR TEPI JURANG

Untuk mu mawar di tepi jurang, engkau yg mekar dalam diam, sunyi sepinya rimba perlahan engkau tebar aroma, senyapnya malam ditemani rembulan adalah saksi setia setiap ujung kuncup yg kau buka.. Aku terkagum dengan mu, hati ku terbuai melihat indahnya warna mu, warna yg cerah indah tanpa polesan, pernah sekali kutampar pipi ku saat pertma menemukan mu, bertanya dalam diri apakah aku sedang bermimpi? Engkau sunggu mekar diujung jurang dan rimba yg hanya menjadi penikmat sepasang mata yg lewat. Ruas-ruas halus setiap ujung kuncup mu adalah tanda ketulusan dan betapa berharganya kehidupan bagi mu. Gelora jiwa yg kian membara memaksa kaki untuk melangkah Apalah daya.. Mudah dilihat tapi sulit disunting, itulah Isyarat kata tenang  mu, andai kutahu sejak itu, akan kugapai seutas tali untuk memindahkan mu ke pot teras rumahku, itulah pikiran ku, entah mengapa engkau kini sudah mekar.. mekar memang memanjakan mata tetapi menghancurkan niat dan harapan. Sebagai sesama ciptaan nya, aku hany...

Romansa diujung senja

  Kututup sejenak kedua mata Berusaha membuka kenangan Waktu itu diujung senja Ku pegang jemari tangan mu untuk yg pertama kali Senyum tipis dibibir merona Engkau sedikit malu-malu untuk menolak Namun cahaya mata mu tak dapat terhelak Kutahu engkau sedang jatuh cinta Akupun tak kalah, jantung berdebar tak tentu arah Untuk pertama kali aku parah termabuk asmara Langit merona nan awan putih berarak dilangit menjadi saksi perjumpaan itu Burung-burung menari dilangit senja Seakan bersukaria melihat kita berdua Raja siang tak mau kalah  walau perlahan kembali ke sarang Ia tetap setia memancarkan cahaya Diufuk barat cahaya merah merona, menambah hangatnya suasana Hangat bagaikan asmara yg membuat kita mabuk bersama Diujung senja kita mengikat janji, untuk hidup bersama hingga nanti Aku sungguh ingin bersama mu, nona manis yg telah lama hadir dalam mimpi Trimakasih untuk waktu yg singkat ini. #just in illution Kristo sapang