Langsung ke konten utama

Salib dalam Permenungan




Selamat Pesta Paskah 2024 Untuk semua saudara /I ku sekalian..

Salve..Shalom Aleichem..

     Senang sekali pada kesempatan ini saya dapat menyapa Semua teman teman pembaca di moment paskah yg luar biasa ini.

         Berbeda dengan Paskah sebelumnya, sejak misa Kamis putih dimana Salib Yesus tertutup Kain ungu hingga Misa Jumaad Agung kain ungu itu Dibuka, mata saya seolah terpaku pada Salib Yesus yg terletak di Altar, saya melihat Sesuatu yg kemudian menjadi sebuah pertanyaan besar dalam pikiran saya. Kenapa Yesus Disalibkan? Jikalau Pada Minggu Palma kemarin, Orang Yahudi beramai-ramai melambaikan daun Palma dan membentangkan Kain di sepanjang jalan Israel untuk menyambut Yesus, sambil bernyanyi, Hosana putra Daud! Lalu Kenapa Pada Jumaad Agung Yesus malah disalibkan? Bukankah Salib atau penyaliban adalah sebuah simbol hukuman dan penghinaan? kenapa Hal tersebut terjadi pada diri Yesus? Berbagai macam pertanyaan sembrawut didalam pikiran saya.

Puji Tuhan, dalam Peremenungan, saya mendapatkan jawaban yg luar biasa tentang salib Yesus. Salib bagi Orang Yahudi adalah sebuah Batu sandungan yg mengarah pada hukuman yg keji dan sangat terhina. Orang yg disalibkan biasanya orang yang melakukan kesalahan yg besar dan tak dapat diampuni yang kemudian diikat tangan dan kakinya lalu dipaku dan dibiarkan Gantung dikayu salib. kematian itu adalah sebuah proses yg panjang dan keji membuat korbanya sangat menderita hingga mati, demikian tradisi Yahudi pada masa Yesus.

Pada mulanya mungkin kita mempunyai pemikiran yg sama tentang Penyaliban Yesus dimana kita merasa bahwa Yahudi itu kejam, Yahudi itu musuh kita, karena kaum merekalah yg menyalibkan Yesus, Ini adalah sebuah pola pikir kontradiktif yg cukup melenceng jauh dari makna Salib itu sendiri, nyatanya salib Yesus adalah sebuah Paradoksal yg menggambarkan kemenangan. Memang jika dipikirkan secara gamblang akan salib Yesus, mungkin sebagian orang dengan mudah dapat meragukan Ke-Tuhan-an dari Yesus. Bagaimana Tidak, seorang yg katanya Anak Allah rela Dipukul dan Dihina, dihujat bahkan Gantung diri sampai mati di kayu salib. Bukankah Dia Tuhan yg bisa melakukan apapun? Pikiran seperti ini adalah pemikiran orang yg belum mengenal Kristus dan makna dibalik salib Kristus. Salib memang lambang Penderitaan lambang penghinaan bagi Yahudi, namun dalam Kristen, salib adalah simbol pertemuan antara Kasih Allah dan keadilan Allah dengan mempertontonkan sesuatu bukti cinta dan kasih sayangnya kepada manusia. Betapa besarnya cinta Tuhan Allah sehingga dia merelakan anak Tunggalnya Tuhan Yesus, diperlakukan dengan hina, direndahkan demi menebus Dosa manusia. Hal inilah yg mendasari bahwa Salib itu adalah sebuah Paradoksal bukan kontradiktif.

Dalam Keluaran 12. Bangsa Israel diperintah untuk menyembelih domba yang tak bercacat dan mengoleskan darahnya di atas kusen rumah mereka. Darah itu menjadi pertanda bagi Malaikat Kematian supaya melewati rumah tersebut, meninggalkan penghuni rumah dalam keadaan aman. Ketika Yesus dibaptis Yohanes Pembaptis, Yohanes mengenali Dia dan berseru, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29), dengan demikian mengidentifikasi Dia serta rencana Allah supaya Ia dikorbankan bagi dosa.

Dari ayat Diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksudkan Anak Domba Allah yg menghapus dosa Dunia adalah Yesus, Diamana anak domba tersebut harus disembeli dan darahnya dioleskan dikusen rumah sebagai tanda bagi malaikat maut agar tidak melewati rumah tersebut. Sampai disini kita tentunya sudah Paham apa itu salib. Salib bukan sekedar simbol Sebagai orang Kristen, tetapi salib adalah sebuah tanda yg mengingatkan kita akan kebesaran Cinta Allah kepada kita dan juga salib merupakan cikal bakal Tri hari suci Paskah sekaligus tanda agar malaikat maut tidak melewati ke Rumah kita ( menurut Tradisi Israel). Salib memang tanda penghinaan tetapi Salib Yesus adalah lambang kemenangan atas Dosa-dosa manusia dan Firman Allah pun tergenapi.

Selamat Pesta Paskah..

Berkat Tuhan Menghampiri....Amin..

Kristo Sapang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Segenggam Mawar untuk Mu " Ene' Paulina"

Istirahat dalam Damai Ene' Daku, Ene Paulina   Ene Paulina.. sedikit enggan kuambil segenggam mawar untuk menabur dipusara mu, tanda ketidakmampuan saya menerima semua ini, itu semua karena saya masih sangat membutuhkan mu, namun apalah daya Kuasa Tuhan lebih sempurna diatas segalah-galahnya, Alfa omega , inilah kata-kata yg menguatkan saya. Dalam permenungan kutulis sedikit isi hati saya ini agar melempiaskan segala rindu yg tak berujung ini, meskipun air mata penuh dipipi, lewat Doa Mu, kuatkan saya... Ene' Paulina, Apa kabar mu diasana? Hingga saat ini saya masih belum terlepas dari belenggu rindu yg mengikat hati ku ini, saya belum terima bahkan tidak sanggup membayangkan kenyataan ini, Selasa 31 Mey 2022, adalah sejarah yg sangat menyayat hati saya, tidak ada tanda atau apapun sebelumnya, pagi itu saya bersiap- siap untuk berangkat kerja, melihat cucu mu Jiovanni yg makin hari makin bertumbuh dan berkembang membuat semangat saya untuk bekerja semakin menggebu.  Jam 7:39...

MAWAR TEPI JURANG

Untuk mu mawar di tepi jurang, engkau yg mekar dalam diam, sunyi sepinya rimba perlahan engkau tebar aroma, senyapnya malam ditemani rembulan adalah saksi setia setiap ujung kuncup yg kau buka.. Aku terkagum dengan mu, hati ku terbuai melihat indahnya warna mu, warna yg cerah indah tanpa polesan, pernah sekali kutampar pipi ku saat pertma menemukan mu, bertanya dalam diri apakah aku sedang bermimpi? Engkau sunggu mekar diujung jurang dan rimba yg hanya menjadi penikmat sepasang mata yg lewat. Ruas-ruas halus setiap ujung kuncup mu adalah tanda ketulusan dan betapa berharganya kehidupan bagi mu. Gelora jiwa yg kian membara memaksa kaki untuk melangkah Apalah daya.. Mudah dilihat tapi sulit disunting, itulah Isyarat kata tenang  mu, andai kutahu sejak itu, akan kugapai seutas tali untuk memindahkan mu ke pot teras rumahku, itulah pikiran ku, entah mengapa engkau kini sudah mekar.. mekar memang memanjakan mata tetapi menghancurkan niat dan harapan. Sebagai sesama ciptaan nya, aku hany...

Romansa diujung senja

  Kututup sejenak kedua mata Berusaha membuka kenangan Waktu itu diujung senja Ku pegang jemari tangan mu untuk yg pertama kali Senyum tipis dibibir merona Engkau sedikit malu-malu untuk menolak Namun cahaya mata mu tak dapat terhelak Kutahu engkau sedang jatuh cinta Akupun tak kalah, jantung berdebar tak tentu arah Untuk pertama kali aku parah termabuk asmara Langit merona nan awan putih berarak dilangit menjadi saksi perjumpaan itu Burung-burung menari dilangit senja Seakan bersukaria melihat kita berdua Raja siang tak mau kalah  walau perlahan kembali ke sarang Ia tetap setia memancarkan cahaya Diufuk barat cahaya merah merona, menambah hangatnya suasana Hangat bagaikan asmara yg membuat kita mabuk bersama Diujung senja kita mengikat janji, untuk hidup bersama hingga nanti Aku sungguh ingin bersama mu, nona manis yg telah lama hadir dalam mimpi Trimakasih untuk waktu yg singkat ini. #just in illution Kristo sapang